Tag-Archive for » That’s It! «

Beginilah Adanya.

Pernah nggak, merasa nggak bisa bilang apa-apa?

Nggak bisa berkelit, nggak bisa mengemukakan alasan. “Yang ada yah begini, beginilah aku, inilah yang kurasa”. Saya menyebutnya Humble. Tingkat kejujuran yang nggak bisa ditutupin dengan apapun–siapapun–bagaimanapun. Seperti bilang, “This Is It”, kayak Michael Jackson. Kejujuran yang semua orang suka. Nggak ada yang ditutupin…

This is It

This is it, here I stand
I’m the light of the world, I feel grand
Got this love, I can feel
And I know yes for sure, it is real
And it feels as though I’ve seen your face a thousand times
And you said you really know me too yourself
And I know that you have got addicted with your eyes
But you say you gonna live it for yourself
I never heard a single word about you
Falling in love wasn’t my plan
I never thought that I would be your lover
Come on baby just understand
This is it, I can say,
I’m the light of the world, run away
We can feel, this is real
Every time I’m in love, that I feel
And I feel as though I’ve known you since a thousand years
And you tell me that you’ve seen my face before
And you said to me you don’t want me hanging round
Many times wanna do it here before
This is it, I can feel
I’m the light of the world, this is real
Feel my song, we can say
And I tell you feel that way
And I feel as though I’ve known you for a thousand years
And you said you want some of this yourself
And you said you want to go with me all the while
And I know that it’s really true myself

….I never heard a single word about you, Falling in love wasn’t my plan….

Karena untuk sebuah perasaan yang dianugerahkan dengan begitu indah, rasanya memang nggak ada yang perlu ditutupin. Jangan salahkan saya jika tak menemukan alasan yang tepat. Dan–maaf–aku jatuh cinta. Beginilah adanya :)

Popularity: 49% [?]

Pulang

Lebih dari enam tahun sejak saya menjejakkan kaki pertama kali di Pulau Jawa. Enam tahun, setelah warna warni cerita–susah senang yang jika dituliskan ke sebuah buku atau novel, mungkin akan sangat membingungkan; terlalu banyak aktor, terlalu banyak tempat yang berbeda, terlalu banyak keluh kesah. Banyak cerita. Bagaimana mulanya seorang anak manusia yang ingin masuk Fakultas Ilmu Komputer UI terdampar di jurusan yang salah hingga harus mengulang SPMB sebelum akhirnya masuk ITB. Ah, tentu saja hidup kita semua istimewa.

Selama itu saya tidak pulang. Well, walaupun saya tinggal di Bandung selama 5 tahun, saya menganggapnya rumah kedua saja. Balige, kota kecil di pinggiran danau Toba adalah rumah saya. Dimana orangtua saya berada.

Jadi, 16 Oktober saya menjejakkan kaki disini lagi.

SDC10936 Seiring umur yang juga sudah bertambah 6 tahun, seharusnya banyak hal yang berubah dan mengubah wajah kota. Ternyata tidak sama sekali. Masih nggak ada mall disana. Sepanjang mata memandang masih sawah hijau. Cuma cat rumah yang sudah mengusam. Dan waktu yang telah berlalu, yang seketika melingkarkan cincin di jari manis teman2 masa kecil. Waktunya menikah dan membina keluarga, untuk sebagian orang.

Ah, hidup rasanya jadi begitu singkat. Rasanya masih seperti kemarin saja. Kerinduan akan pulang sedikit terobati. Inilah seni merantau. Kita belajar sangat banyak hal; mandiri, teruji, mencoba jadi pribadi yang lebih baik. Bukan berarti kita nggak bisa belajar di tanah kelahiran sendiri, tapi keluar dari zona nyaman dan menguji, sejauh apa kita bisa bertahan, sedalam apa komitmen kita tertanam. Karena di perantauan, kita hidup sendiri dan jauh dari orang2 yang kita sayang. Dunia orang lain yang kemudian menjadi dunia kita juga. Dan seolah-olah saat kita pulang, kita telah berubah jadi pribadi yang sangat jauh berbeda; yang sukses, yang didambakan lelaki sekampung, yang menjadi tokoh idola adik2.

3stars of 7stars Dua malam saja saya habiskan disana. Dua malam, dan begitu banyak kenangan yang berputar kembali. Tentang pertemuan dengan Erika dan Cinda–Part of 7Stars. Tetangga yang memeluk cium. Guru kepala sekolah yang masih saja mengelu-elukan saya, sebagai anak kebanggaan Pak Surya Budhi. Dan ayah seorang teman yang tidak tau bahwa akhirnya saya memilih ITB, dan tetap mengira bahwa saya sudah jadi seorang dokter. Dan paman, bibi, beserta ponakan yang bilang sekarang saya cantik seperti artis Korea. Hahaha! Apakah saya dulu memang jelek sekali? :-)

Waktu weekend terasa sangat singkat, karena perjalanan Medan-Balige saja hampir 6,5 jam. Dan dua malam yang saya habiskan di Medan kemarin tampaknya mengisyaratkan pertemuan kedua. Akhir November saya akan pulang lagi. Ayo, para perantau! Pulanglah, kunjungi kampung halaman. Membawa hati yang haus kasih, dan pulang dengan kobaran semangat di dada.

Ohya, ada oleh2 foto Danau Toba yang saya jepret dari dalam bis yang melaju kencang. Lain kali, saya bawa oleh2 yang lebih dahsyat! :-D

Popularity: 69% [?]

Maaf, Aku Cuma Bisa Minta Maaf

Lebaran
Orang bisa dikenal sebagai predikat yang macam2.

Aku,
Bukan teman yang paling baik.
Bukan wanita yang patut dijadikan teladan.
Bukan sahabat yang diacungin jempol.
Bukan pacar idaman.
Bukan kakak yang sempurna.
Bukan adik yang penurut.
Bukan anak yang berbakti.
Tapi aku akan selalu membenahi diri untuk menjadi lebih baik setiap hari :)

Aku mau memandang ke depan dan memaafkan diri. Dan kalian. Dan Bandung. Dan Indonesia. Dan yang tersakiti, even if you have to heal yourself from the hurt you don’t deserve.
And since forgiving is not forgetting,
I’ll try to hurt no one again.

Minal Aidin Walfaidzin. Selamat menjadi suci kembali :)

Popularity: 57% [?]