Tag-Archive for » Daily Life «

Unwanted Kisses

Hari ini saya nyampe kantor lebih pagi. Senin yang bersemangat. Taruh laptop di meja, pasang charger, sambil log-in ke office phone.

Nggak berapa lama, 2 orang pria ganteng menghampiri. Yang satu mirip Chuck Bass! :D

Hello, could you help us, how to make an international call from this land phone?”
“Oh, sure. First you have to dial 9, followed by 019, country code, and destination number”
“Oh..9, 019, code, and the number, right? OK, thanks!”
“No problem”

Mereka pun menjauh dari meja saya. Nggak berapa lama kemudian, sesudah siangan dikit, kantor rame. Oh well, tampaknya 2 cowo ini memang pernah kerja disini, mungkin relocated to other country. Mereka sangat akrab dengan karyawan lain. Cipika cipiki. Tapi cipika cipiki nya bunyi “Mwuahh” basah gitu. Mungkin salamnya orang Brazil memang begitu. Hahaha. Semua yang datang hari itu diciumin. Tampaknya mereka memang udah kangen banget. Untung saya baru, makanya saya nggak dicium juga.

GOSSIP GIRL Eh kemudian manajer saya datang. Memanggil saya dan mengenalkan kepada 2 orang pria tadi. Apa yang saya takutkan kemudian terjadi. Mereka memeluk saya dan mencium pipi kanan-pipi kiri dengan bunyi “Mwuach” yang sama. Basah dan bibirnya benar2 nempel ke pipi. Tidaaaakkkk!

Hingga beberapa detik sesudah berkenalan, saya masih shocked. O mai gat. I’m just kissed by strangers. Rasanya tidak enak. Karena ada suaranya, “Mwuachh” :(

Popularity: 55% [?]

Masakan Tanpa Garam

Masak tanpa garam? Kalau dulu saya menganggapnya nggak mungkin, sekarang harus percaya deh kalau ternyata, bisa-bisa aja. Screenshoot berikut tampak menggugah selera kan? ;)

SDC10474 Minggu lalu Edo datang. Saya menyebut waktu kedatangannya nggak efisien, karena saya sudah masuk kerja sejak Selasa (22/9) dan Edo masih liburan Lebaran hingga seminggu ke depannya. Nah, pas saya lagi kerja, doi iseng2 belanja ke Plaza Singapura yang letaknya persis di depan kantor, dan menyambut saya pulang dengan pernyataan, “Kanda cari garam di Carrefour nggak ada lho.. Udah ditanya juga ke petugasnya, memang gak ada!”. Malam itu, kita pun masak tanpa garam dan makan tanpa suara. Cuma saling memandang dan mengunyah. Makanannya kombinasi antara jamur-kacang panjang-tomat-cinta, jadi aja rasa cinta. Nasinya rasa nasi, tentu saja. Wakwakwak..

Minggu kemaren Edo udah pulang. Malam ini, saya pulang kantor dan buka kulkas. Masuk ke dapur, ternyata bukan cuma kenangan bermesraan selagi masak aja yang tersisa di dapur; sayuran sisa masak kemaren juga tersisa, hahaha! Jadi saja saya masak. Lumayan, malam ini nggak usah makan diluar. Biarpun nggak pake garam, rasanya lumayan enak koq! Mungkin karena sayurannya memang berasa cinta. Hahaha :D

Popularity: 50% [?]

Antara Penang Road dan UE Square

Terhampar jalan beraspal yang kita lewati setiap hari.
Kali ini, 22.45.
Kita berjalan dengan keringat membasah dan lelah,
bertukar cerita tentang hari itu.
Hingga di sudut yang temaram,
di pertengahan jalan yang tiada siapapun berada disana,
seorang pria mencegat,

“Excuse me, do U have Dollars to give me? I don’t have money to go home”
Saya dan Simpirre refleks menggeleng. Dan tancap gas, langkah seribu.

Mukanya tidak menakutkan.

Yang membuat kami berlari kemudian karena dia berdiri di pertengahan jalan panjang dan sepi.
Yang gelap, hanya dengan lampu temaram, dengan bayangan pohon sana sini.
Yang jika sesuatu terjadi dengan kami, tiada siapapun tau, kecuali vihara berwana cerah nan bisu disebelahnya.

Ah, entah kenapa aku jadi merasa berdosa.
Dia minta tolong dan aku menidakkan.

Apakah aku mulai tidak berperikemanusiaan?

Popularity: 44% [?]